Laman

advertisement

link

Jumat, 29 April 2022

HIKMAH PANDEMI DIHARI PENDIDIKAN NASIONAL NAN FITRI 2022


Momentum Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2022, bertepatan dengan jatuhnya bulan Syawal dan merupakan momen puncak bagi kaum muslimin dalam merayakan hari nan fitri setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan 1443 Hijriah. Tahun dimana dunia kembali berbenah setelah dihantam oleh badai pandemik dikarenakan Virus Covid 19, kurun waktu 2 Tahun lamanya masyarakat dunia khususnya bangsa Indonesia harus bertarung habis-habisan melawan penyebaran covid 19 dan momen inilah yang begitu terasa spesial dan khas, sebab penuh dengan dinamika dalam segala lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Masih terlintas sangat jelas bagaimana usaha yang diupayakan agar anak Indonesia tetap bisa belajar walaupun tidak duduk dibangku sekolah. Guru lintas usia harus berpacu mengakrabkan diri dengan dunia online yang sejatinya hanya diperuntukkan bagi dunia usaha politik dan lainnya, namun badai pandemic mengharuskan guru untuk memutar otak memberikan pelayanan pada siswanya, bagaimana tidak yang awalnya segenap rencana kegiatan sudah tersusun matang seputar pembelajaran dalam kelas dengan berinteraksi langsung atau bertatap muka mendadak dipatahkan oleh aturan yang memang mau atau tidak rencana pembelajaran harus dimodifikasi sedemikian rupa. Kelas offline berganti dengan kelas daring (online), manuver jitu yang diprakarsai oleh Kemristekdikbudpun terbilang cukup adaptip dan tanggap, berdasar akan keterbutuhan anak untuk tetap belajar kendati harus dirumah maka segenap usaha tak ayal harus dioptimalkan.

Jelas diingatan bagaimana Presiden RI melakukan pembatas berskala besar untuk pergerakan warga masyarakatnya disegenap wilayah pemerintah Republik Indonesia, sektor usaha, parawisata, hiburan, sarana publik seperti mall, rumah ibadah terkena imbasnya untuk sementara waktu harus ditutup dan menghentikan mobilisasi masyarakatnya untuk tetap di rumah saja. Hal tersebut merupakan flashback bagi kita dan sudah sepatutnya kita bersyukur bahwa ternyata sang Pencipta Allah SWT masih memberikan kesempatan bagi Bangsa Indonesia untuk bangkit dan berbenah. Syukur Alhamdulillah pada awal 2022 hingga saat ini waktu pandemic berangsur-angsur membaik kendati kita harus melakukan rangkaian aktivitas dalam konsep New Normal. 

Menyongsong hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2022, akan datang sudah sepatutnya strategi baru dan pengalaman baru yang didapat melalui pembelajaran semasa belajar dan beraktivitas dimasa pandemic, ada catatan khusus dan merupakan tonggak awal untuk kembali berbenah. Manuver yang digagas oleh KEMRISTEKDIKBUD dengan atmosfir Merdeka Belajar, sepertinya tuah tersendiri untuk memaknai seberapa merdeka nya kita memberikan akses untuk siapapun khususnya para peserta didik untuk tetap belajar dan mengembangkan diri, mengeksplorasi minat dan bakat yang dimiliki oleh anak didik, maka sudah barang tentu konsep Merdeka Belajar sejalan dengan apa yang terjadi pada saat ini. Dinamika dunia pendidikan yang majemuk dengan segala problematika yang dihadapi melahirkan program-program inovatif guna menyongsong kemajuan jaman. 

Sejatinya beban pendidikan saat ini perlu aksi nyata yang didukung oleh segenap pihak, dan jangan ada lagi dosa-dosa besar maupun kecil dalam penyelenggaraan pendidikan Nasional, semaksimal mungkin ruang-ruang kosong dalam perspektif negatif pendidikan tanah air di isi dengan paradigma yang maju serta baik, layaknya momentum Idul Fitri 1443 Hijriah, maka Pendidikan di Indonesia haruslah kembali kepada fitrahnya sebagaimana komitmen Guru Besar Pendidikan tanah air yakni Kihajar Dewantara dengan semboyan TUT WURI HANDAYANI . Memberikan hikhmah yang jenius dalam peradaban bangsa Indonesia pada segmen Pendidikan tanah air yang tak lekang oleh jaman, prinsip Kerja Cerdas, Kerja Taat Azas dan Kerja Ikhlas, transparan dan akuntabel sejatinya harus benar-benar terwujud dalam pelaksanaan pendidikan disegala jenjang. sosok muda dan pekerja serta pemikir yang digawangi oleh mas Menteri Nadiem Makarim, yang telah menggebrak dan membangunkan pendidikan ditanah air memang layak diapresiasi. Hal ini bukanlah isapan jempol semata melainkan fakta yang berbicara, sebagai praktissi dan pengamat Pendidikan Tanah Air saya bersaksi dan mengalami sendiri bagaimana repotnya harus belajar online, sejumlah problematika harus dihadapi oleh guru untuk cepat beradaptasi akan perkembangan jaman, masa pandemi covid 19 lah yang merupakan latar belakang semuanya. Mempersiapkan geerasi milenial untuk menuju kegerbang kesuksesannya bukanlah hal mudah sebagaimana masa sebelumnya,

Orangtua kelimpungan karena anak-anaknya terlalu asyik dengan gadgetnya sehingga ada yang menjurus kepada addiktif gadget, dimensi tatanan sosial berganti sedemikian cepat layaknya badai Tsunami yang menghantap sendi-sendi sosial, dalam kurun waktu berjam-jam masyarakat kendati berhadapan namun bisa tidak berkomunikasi asyik dengan gawainya masing-masing. bahkan untuk meninabobokkan sang bayipun harus dibantu dengan memakai aplikasi dari smartphone, anak-anak menangis tidak lagi meminnta jajan atau mainan, melainkan merengengek untuk diberikan handphone dan mengakkses tontonan yang mereka inginkan.Dan yang paling fatalnya lagi saat kembali berinteraksi di dalam kelas sesekali masih terlihat guru larut dalam memainkan gawainya. Komunikasi yang sejatiinya diputuskan melalui rapat musyawarah tergantikan dengan hanya menshare di grup whatsapp dan banyak lagi lainnya. Hal tersebut adalah segelintir masalah yang harus diddapati solusinya segera, sebab jika dibiarkan tanpa solusi dikhawatirkan akan menjadi gelindingan bola salju yang cepat atau lambat bakal menghantam apa saja yang ada disekitarnya. Melalui momentum Hardiknas nan Fitri maka diharapkan Pendidikan kedepan akan semakin membaik, konsep MERDEKA BELAJAR kiranya dapat diwujudkan bukan hanya sebatas wacana ganti menteri maka berganti kebijakan.


Rabu, 17 Juni 2020

Dibuat Enak Aja biar Aman

Masa pandemi saat ini membua semua individu yang ada di jagad raya memutar otak 360 derajat buat biar supaya tetap survive (bertahan) buat hidup besok, sebab segala kemungkinan bisa terjadi, yang dari resikonya bisa diminimalisir sampai resikonya berdampak pada segi kehidupan diri pribadi maupun kehidupan sosial.

kebijakan A samapai Z yang dikomandoi oleh Pemerintah menjadikan semua warga negerinya harus ikut aturan yang diberlakukan, sebab masa pandemic saat ini adalah saat-saat yang rentan dan mutlak harus mendapat perhatian serius dari semua orang, disegenap level kehidupan. Saat ini memang dikampungku di Sumatera Utara tidak menerapkan PSBB (Penerapan Sosial Berskala Besar), namun jika perihal kehidupannya merujuk pada aturan main kearah pembatasan sosial, seperti tidak melakukan aktivitas dikerumunan massa yang berjumlah banyak, merekomendasi ibadah dirumah jika wilayahnya terpapar covid19, belajar dan bermain bagi anak usia sekolah dengan aktivitas berdiam dirumah dan melakukan ativitas sosialnya melalui media online (daring), hal ini dilakukan guna menekan laju penyebaran yang nantinya akan berdampak secara global kepada penduuduknya. Well ga seru,,,pastilah orang dewasa pusing dikarenakan berdiam diri dirumah bukan saja memutus mata rantai Covid19 namun juga memutus mata pencaharian sebab kerja sehari buat makan besok sehari, yang anak-anak pusing tidak bisa berinteraksi dengan temen-temen seusianya secara bebas karena kegiatan-kegiatan extranya harus terhenti, tidak bisa main bola bareng, futsal bareng, gantinya jadi gaming bareng ..itupun kalau ada paket datanya jika tidak offline aja , yang asyik remajanya pada heboh memanfaatkan aplikasi tik tok, ya terserah lah, DIBUAT ENAK AJA BIAR TETEP AMAN, aman dari terpapar dari virus sama aman tidak kena suspen dari pemerintah.
Lantas bagaimana jika sudah begini, baiknya jika surfing dengan media online tegas-tegas menjauh dari HOAKS dan pemberitaan yang ilegal seputar covid19, jika rujukannya berpedoman pada Gugus Tugas yang merupakan sumber terdepan oleh Pemerintah, beri ruang positif untuk memahaminya dan jangan melakukan opini yang sifatnya spekulatif dan berujung pusing sendiri, sebab dikeadaan saat ini semua bisa terjadi, terjadi dengan sendirinya atau terjadi dikarenakan memang sudah takdir terjadi, atau terjadi dikarenakan ulah sendiri maka nya terjadi...........Pusing kan.
Saran melalui Utama Blog, sebagai warga negara yang baik musti padai-pandai menyikapi apa yang saat ini terjadi, jaga diri dan jaga kesehatan keluarga, beraktivitas diluar ikut atauran main atau yang disebut protokol kesehatan, budaya hidup sehat jangan dijadikan lagi sebagai wacana tetapi jadikan sebagai aplikasi terapan sehari-hari, masa FB bisa buat aplikasi sehari-hari buat diri sendiri masih mikir buat menciptakan budaya hidup yang sehat. 

Rabu, 11 Desember 2019

Legowo Bawa Pulang Perak

Timnas Sepak Bola Sea Games Philipna 2019 kembali harus  puasa gelar untuk meraih medali emas dipenghelatan pesta olahraga negara  se Asia Tenggara kali ini. skor telak 3-0 mengkandaskan mimpi Garuda Muda untuk melesat menjadi yang nomor satu, racikan strategi yang maksimal dari coach Indra Sjafri belum mampu membungkam perlawanan tim Vietnam. Kendati secara ball position Indonesia terbilang unggul dan bermain begitu maksimal namun, rentetan gol sebagai pengubah skor belum jua berpihak di kubu Timnas Garuda. Vietnam yang bermain dengan strategi zona marking begitu disiplin dan tak satupun pemain yang kehilangan fokus dalam game tersebut, malah diakhir pertandingan keluar menjadi pemenang.

Sejatinya sepak bola adalah permainan yang penuh intrik dan kerap kali mengandung unsur drama didalamnya, sepak bola bukanlah matematik yang melulu berkutat pada hasil yang pasti, kendati digadang-gadang Indonesia diprediksi akan menjadi kampiun diajang Sea Games Philipina kali ini, namun dewi fortuna berpihak kepada tim lawan, yang juga menginginkan hal serupa demi menuntaskan asa memberikan persembahan terbaik bagi negaranya.

Timnas garuda tampil impresif dan menekan tim lawan sejak peluit babak pertama dibunyikan, sayang sang Jendral lapangan tengah Evan Dhimas Darmono harus dipapah keluar lapangan,dan tidak bisa melanjutkan permainan, dikarenakan insiden yang didapatnya yang justru tidak terpantau oleh sang pengadil. Dengan menepinya sang jendral lapangan tengah membuat coach Indra Sjafri harus berpikir keras menunjuk penggantinya, dan ini tentu berpengaruh pada game plan yang telah direncanakan pelatih. Kendati demikian Coach Indra Sjafri menaruh apresiasi yang positif terhadap anak asuhnya yang begitu militan, spartan dan total memberikan persmbahan yang terbaik bagi bangsa. Legowo dan harus berpuas diri diperingkat 2 bukan kendala bagi Oslvaldo Haay dkk, karena sepak bola adalah 45 x 2 selepas itu maka, apapun yang terjadi dilapangan itulah hasilnya, suka atau tidak maka harus bisa diterima, oleh segenap pihak terlebih bagi para punggawa timnas Sea Games 2019. Dan yang patut diacungkan Jempol adalah reaksi positif dari sang maestro midfilder sang jendra, Evan Dhimas Darmono, yang begitu sportif dan gentelmen mengakui keunggulan lawan. dia mengatakan "game partai final ini adalah momen yang krusial, dan kedua tim berlomba-lomba meraih kemenangan". 

Namun seperti yang diulas pada tulisan blog ini yang memprediksikan Indonesia bakal menancapan track record medali di peringkat ke 2 malah melorot di peringkat ke 4. Inilah dunia olahraga yang dinamis aktif dan penuh aura sensasional. walaupun demikian para Atlit Sea Games Phlipina adalah para pahlawan bangsa dalam dunia olahraga, mreka adalah sosok pribadi pilihan negeri, dan pantasnya hasil ini adalah evaluasi agar kedepan menjadi jauh lebih baik, bravo olahraga Indonesia, dan tetap optimis dan sportif, jayalah Indonesia.

Selasa, 10 Desember 2019

Emas, Emas, Harga Mati Buat Garuda Muda Indonesia Timnas U22

Publik tanah air sangat merindukan momen keberhasilan Timnas U22 diajang Sea Games 2019 di Philipina, kasta tertinggi dalam hajatan Sea Games kali ini sudah diambang pintu. Pasukan Garuda Muda U.22 asuhan sang maestro bertangan dingin Indra Sjafri sukses menumbangkan rival pesaingnya dikawasan Asia Tenggara, bahkan langganan juara Thailand harus mengakui kehebatan Timnas Indonesia, karena harus angkat koper di fase penyisihan grup.

Sejarah manis di tahun 1987 dan 1991, merupakan torehan tertinggi Timnas kala itu, dan semenjak tahun 1991 Timnas lndonesia harus puasa gelar diajang pesta olahraga negara-negara seasia tenggara. maka ditahun 2019 kali ini, pantaslah harapan besar bangsa Indonesia terpatri  untuk mengukir kembali sejarah gemilang dunia persepakbolaan tanah air.

Punggawa Timnas Andy Setyo Nugroho optimis dia dan kolega akan mampu menjinakkan pasukan Timnas Vietnam sang punggawa timnas menuturkan ia dan kawan-kawan akan berjuang sekuat tenaga dan bercita-cita mengulang kembali torehan prestasi di 1991. kendati pada pertemuan sebelumnya pada fase penyisihan Indonesia sempat dikalahkan oleh Vietnam dengan skor 2-1, hal ini tidak menyurutkan semangat dan optimisme Egy MV dan kawan-kawan, malah kekalahan kemarin merupakan lecutan motivasi agar tidak terulang kembali, terlebih di momen penting di fase final.

Warga tanah air Indonesia dari Sabang sampai Marauke tentunya tidak kalah optimisnya menanti persembahan manis dari anak muda terbaik negeri. Lantunan doa dan harapan besok akan bertumpu kepada Evan Dhimas Cs. Laga final antara timnas U23 Indonesia vs Vietnam akan berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Selasa (10/12/2019) pukul 19.00 WIB.

Egy MV dan Osvaldo Haay, diharapkan pada laga besok malam kembali akan menunjukkan ketajamannya sebagai lini serang, koleksi gol-gol cantiknya merupakan nilai-nilai ukiran sejarah yang tak terlupakan, apa lagi Osvaldo yang  mampu menyamai rekor seniornya di ajang yang sama Kurniawan DJ dan Bambang Pamungkas. Idealnya memang laga ini akan menjadi laga yang sangat krusial, partai puncak dengan tensi tinggi dan ambisi berapi-api, Vietnam yang merupakan rival terberat Indonesia di Sea games 2019 kali ini, tentu tidak akan membiarkan squad Garuda muda melenggang meraih medali emas, yang merupakan torehan kasta tertinggi dunia sepak bola Asia Tenggara, mereka juga ingin mengukir sejarah untuk kali yang pertama.

Doa kami kiranya laga Indonesia vs Vietnam akan berjalan sesuai dengan harapan publik tanah air, apapun itu Evan dan kawan-kawan adalah contoh dari generasi muda terbaik yang dimiliki Indonesia, begitu juga atli-atlit dari beragam cabang olahraga lainya yang telah berjasa dan menjawab tantangan dari orang nomor 1 di Indonesia, bapak Presiden JOKO WIDODO yang ingin Indonesia finis di peringkat 2 urutan perolehan prestasi di ajang SEA GAMES 2019, dan janji itu telah terbayar lunas, dan asa pak Presiden juga telah mereka buktikan bahwasannya kita turut bangga karena olahraga menunjukkan citranya sebagai aspek pemersatu bangsa dan aspek prestasi bagi generasi muda tanah air. Bravo Timnas PSSI Sea Games Manila 2019 dan Terima Kasih kami sebagai Masyarakat Indonesia yang bangga terhadap anak-anak muda tanah air.

Penulis. Budi Utama,SS
Editor . Budi Utama,SS
Referensi Kompas.com
Suara.com
laman PSSI



Jumat, 06 September 2019

Gerakan Literasi Upaya Menumbuh Kembangkan Kemampuan Intelektual Siswa


Upaya meningkatkan mutu pendidikan masyarakat kota Medan khususnya untuk usia anak Sekolah Dasar, Telah menuju arah grafik yang lebih baik, Hal ini terlihat bagaimana Dinas Pendidikan begitu gencar mensosialisasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Dengan menghimpun dan melatih komunitas guru-guru dari 21 Kecamatan sekota Medan, guna mengimbaskan di sekolah masing-masing, maupun di lingkungan sekolah yang ada di kecamatan, baik melalui grup KKG, ataupun sekup yang lebih besar. hal ini bertujuan akan proses integrasi gerakan literasi di proses pembelajaran berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Workshop Pembelajaran Literasi Antar Kurikulum SD Kota Medan, dalam hal ini Dinas Pendidikan melibatkan tenaga pendidik profesional yang terlatih, seperti dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan dan praktisi pendidikan yang sudah malang melintang di dunia literasi.
kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari di Antares Hotel Jl.Sisinga Mangaraja XII yakni dari tanggal 4 s/d 6 September 2019, yang secara langsung dibuka oleh Kadis Pendidikan Drs.Marasutan Siregar, M.Pd di dampingi oleh Kabid dan Staff di Dinas Pendidikan. Dalam kegiatan Workshop peserta dihadapkan dengan proses pembelajaran yang baru dan up date, karena permasalahan dunia pendidikan saat ini menuntut adanya terobosan yang baru agar bangsa Indonesia khususnya anak didik dari kota Medan mampu berkompetisi di era millenial. Sebab kecenderungan akan gedget maupun game cenderung mempengaruhi nilai-nilai luhur Pendidikan dan berdampak pada pergeseran moral dan tingkah laku peserta didik. Program integrasi dengan program GLS diharapkan mampu mendorong hasil yang positif bagi lulusan SD nantinya.

Selain rancangan program pembelajaran berbasis literasi para peserta workshop juga difasilitasi dengan ruang belajar yang nyaman dan luas, pelayanan dari Antares Hotel membuat kesan pembelajaran Literasi yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Medan, kian attraktif dan edukatif. bravo kota Medan dan Salut buat Dinas Pendidikan.

Rabu, 24 Oktober 2018

AWSOME .....

Fanatisme luar biasa dan salut buat perjuangan anak-anak TIMNAS U 19 besutan Coach Indra Syafri. Mereka beraksi bak kuda pegasus bermain diluar nalar dan patut diacungkan jempol. Anak TIMNAS U19 telah menunjukkan dedikasinya untuk Indonesia, dan tiap kesempatan mereka bayar dengan tunai, Egy MV cs sepatutnya diberikan aplause karena mereka telah memotivasi generasi muda ditanah air untuk berbuat lebih bagi Indonesia di ajang AFC 2018.

Kendati hasilnya menguntungkan Qatar dengan skor 6-5, dan Qatar keluar menjadi pemenang, namun yang menjadi view point pada ulasan ini bukanlah siapa yang menang ataupun yang kalah melainkan aspek pembelajaran bagi olahraga persepakbolaan ditanah air, khususnya bagi anak-anak usia dini, sepakbola bukanlah sekedar olahraga permainan yang dimainkan oleh 22 orang dilapangan namun ada aspek lain yang bisa diambil sebagai bentuk pembelajaran. 
Dedikasi tinggi dan semangat pantang menyerah adalah bentuk pesan moril yang patut dijadikan tonggak pembelajaran, tidak hanya menendak dan masuk kegawang namun dalam sepakbola khususnya di ajang AFC 2018 kali ini Indonesia telah mampu memberikan yang terbaik dengan menghasilkan anak-anak negeri yang luar biasa. lihat saja bagaimana perjuangan Egy MV dan kawan-kawan yang harus menyingkirkan kelelahannya dan membalas gol-demi gol yang diciptakan Qatar kegawang Indonesia, kendati tertinggal mereka tidak patah arang, bahkan mereka justru meledak-ledak dan tak ingin larut dalam kekalahan.

semangat yang gigih dan pantang menyerah inilah yang membuat penampilan anak-anak U19 di ajang AFC 2018 begitu luar biasa membius semua penonton ditanah air baik yang menyaksikan langsung di standion SUGBK (stadion Utama Gelora Bung Karno), maun melalui layar kaca live streaming melalui channel RCTI.
Pantang menyerah merupakan motivasi dan harga mati yang akan dibawa oleh pasukan Coach Indra Sjafri saat melayani Uni Emirat Arab Malam nanti. Pertandingan Timnas U-19 Indonesia vs Uni Emirat Arab dijadwalkan akan disiarkan langsung RCTI mulai pukul 19.00 WIB dari Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Pasti dan Optimis berikut  doa mengiringi penampilan anak-anak Timnas U19, semoga keluar menjadi yang terbaik, apapun hasilnya Egy MV cs, kalian adalah yang terbaik yang telah mengambil andil memberikan arti semangat sepak bola bagi sejarah negara Indonesia, bravo TIMNAS U19. Semoga berhasil.

Jumat, 27 Januari 2017

Aplikasi Permainan Tradisional Dalam Unsur Olahraga Permaianan

Bagi anak-anak waktu bermain adalah hal yang paling sangat dinanti saat melakoni pembelajaran sehari-hari di lingkungan sekolah. Disela aktivitas belajar menuntut ilmu maka kebutuhan dasar dari anak usia sekolah maka porsi pembagian waktu antara belajar dan bermian haruslah berimbang. 

Waktu belajar dengan bermaian dikondisikan semaksimal mungkin,saat memaksakan proses belajar kepada sang anak tanpa memperhatikan akan kebutuhan dasarnya tentulah hal ini akan berujung kepada hasil yang tidak maksimal. sebaliknya jikalau dalam keseharian sang anak terlalu banyak bermain maka realisasi terhadap prestasi sang anak juga akan terganggu, untuk itu harus ada program-program pembelajaran yang bersifat inovatif dan terintegrasi antara satu aspek dengan yang lainnya.

Saat peralihan pergantian jam pelajaran dari matematika ke jam pelajaran olahraga sontak suara kelas riuh terkesan seperti momen peralihan yang begitu dirindukan, olahraga menjadi obat jenuh yang dapat menggantikan moody sang anak, walaupun pada faktanya tidak semua dari invidu sang anak itu sendiri tertarik akan olahraga. 
Beberapa faktor yang melatar belakangi keengganan anak dalam berolahraga antara lain : 
  1. Materi pelajaran yang pola pembelajaran kepada anak cenderung monoton.
  2. Tidak ada variasi antara materi dengan praktek dilapangan
  3. Minimnya peralatan yang mendukung kegiatan
  4. Ketertarikan siswanya sendiri akan pelajaran olahraga
Dari permalasahan yang diuraikan diatas maka perlu mengkaitkan aspek yang lainnya kedalam pelajaran olahraga, menggabungkan beberapa unsru permainan kelasik guna memecahkan kebuntuan yang terjadi, maka alternatifnya adalah permainan tradisional.

Ada banyak permainan tradisional yang dimiliki oleh budaya Indonesia tinggal keterampilan sang pengajar saja untuk memilah mana yang ada korelasinya dengan materi ajar. Sebagai contoh saat memaparkan materi yang berkaitan dengan aspek gerak Lokomotor dan Non Lokomotor. Aspek gerak dasar dan sederhana yang keseharian dilakukan dalam beraktivitas yaitu lari dan berjalan.
Maka permainan yang bisa dimanfaatkan adalah bermain Sambar Lang, gerobak sodor, srigala dan domba, banyak lagi jenis permainan yang bisa dimanfaatkan guna mendukung materi pelajaran yang ada.

Jumat, 21 Agustus 2015

Menerabas batas membentuk mindset optimis

Aneh tapi nyata kalimat yang acap kali terucap saat melihat hal yang tabu dan tak seharusnya. Bahkan malah sesuatu yang cenderung dianggap aneh malah dikemudian hari justru menjadi acuan dan standard bagi kita untuk melakukan sesuatu. Sebut saja bagaimana seorang ilmuan terxahu yang justru dikatakan gila dan tak masuk akal atas apa yang dilerbuatnya, toh malahan dimasa delan justru yang mereka buat menjadi buah karya buat kebanyakan manusia yang mengucap ide gilanya itu aneh. Andai saja lara ilmuan tersebuat tidak berkelakuan aneh mungkin sampai skarang pesawat itu jalannya bukan di udara.
Atau mungkin roda yang anda kemudikan saat ini berbentuk petak ki, seperti xi film kartun flinstone, alias harus melihat fakta fijaman batu.

Jumat, 22 Agustus 2014

Motivasi Luar Biasa Dibalik Pandangan Sebelah Mata

Seruputan secangkir kopi saat bercengkrama dimalam kamarin lalu begitu menghentakkan dadaku dan anganku juga melayang seiring penuturan tentang masa pahit mapun masa kebangkitan si bapak ini, biar kata umur sudah plus-plus alias ujur dan rambut sudah meradang putihnya tapi jika ditanya semangat beliau sepertinya tidak ada habis-habisnya, semangat jiwa sosial dan kebersamaannya sudah tidak diragukan lagi terlebih jika disinggung kontribusinya terhadap para difabel atau para tunadaksa, atau maaf kata para mereka yang mengalami kecacatan. Miris, resah, gelisah, kasihan atau galau bila melihat pemandangan keseharian saat melintas di persimpangan jalan raya dibawah lamu merah yang justru mengekploitasi kecacatan untuk mengundang iba, kasihan yang justru nantinya berakhir pada donasi bagi yang mau memberikan sumbangan tentunya. Jika ditanya pakah salah yang dilakukan oleh mereka, ya tentunya siapa yang mau menyalahkan, toh memberi atau tidak kita nggak dipaksa, jika ada receh lebih ya diberi namun jika ga da recehan lebih gepokan lebih juga boleh dikasih.
Tapi tidak buat sibapak 4 anak ini, kendati harus mengalami kecacatan saat duduk di sekolah dasar beliau pantang menyerah bahkan justru tampil sebagai motivator bagi saudara-saudaranya. Cibiran dan pandangan sebelah mata yang dialamatkan kepadanya justru adalah sebuah motivasi bak gelombang laut yang menghantam karang kemalasan untuk sekedar berharap belas kasihan.Berbuat dan berbuat itulah gambaran dari hidup yang ia lakoni. Menjadi tulang punggung keluarga disaat belia sudah lebih dahulu ia rasakan, karena ia sendiri sudah tidak merasakan belaian kasih sayang ayah tercinta sejak ia kecil, ia hidup bersama Ibunda tercinta dan saudara yang jumlahnya juga lumayan banyak, maklum dahulu singkatan KB belum populer jadi dimaknai dengan istilah Keluarga Besar tapi bahagia.
Sama seperti para difabel lain yang juga dipandang sebelah mata dan kesulitan saat mengakses fasilitas publik karena juga fasilitas publiknya memang terbilang minim dan tidak ada bagi mereka maklum trotoar jalan buat pejalan kaki saja sudah habis buat dijadikan lapak pedagang, belum lagi disaat jam sibuk alias macet, sepeda motor menggalas habis tu trotoar. Berawal dari pandangan sebelah mata justru menempa karakter beliau menjadi seorang militan yang tidak berputus asa akan rahmat dari Allah, baginya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum tanpa kaum itu sendiri yang berupaya dan berusaha untuk merubahnya.Inilah sebenarnya yang menjadi cambuk inti dari perjalanan hidup beliau.
Bahkan didunia olahraga Sumatera Utara para kalangan pemerhati olahraga tidak meragukan lagi akan sepak terjang beliau. Pak Adi adalah sapaan akrabnya itulah nama bila pada masa kejayaan beliau sebagai pengurus BPOC SUMUT saat aktif dulu. Rating provinsi Sumatera Utara yang pada awalnya hilang dari peta olahraga para diffabel tingkat nasional seiring dengan masa kepengurusan beliau menduduki singgasana Ketua Umum berhasil menorehkan serangkaian prestasi manis, para kaum diffabel yang berpadangan datar terhadap nasib hidup mereka terbangkitkan akan semprotan dan bakaran dari motivasi pak Adi, awal sulit sebagai atlit berkat gebrakan beliau mulai tercerahkan, dan saat ini Sumut telah memiliki atlit diffabel kelas internasional yang sudah malang melintang mengalungi medali, sebut saja Alan Sastra Ginting, gemblengan bos Adi. Tapi ya sudahlah namanya juga umur pohon aja juga berhak untuk tumbuh berbuah dan menua seperti itulah juga perihal kehidupan manusia.
Cukup sepertinya berbicara seputar olahraga yang sudah lama ditinggalkan beliau dikarenakan faktor usia, udah capek aktif ngurusi olahraga. Tapi ya sudah emang dasarnya watak pekerja keras tertanam dalam kehidupan beliau, ia malah tidak berhenti untuk berbuat dan berbuat. Usai di olahraga malah ia berkecimpung dalam irama Yayasan Sosial yang diprakarsai olehnya juga yakni Yayasan Penyandang Cacat PENCA KURNIA. Yayasan sosial yang bertujuan memberdayakan para diffabel dalam bidang ekonomi saat ini telah menjadi salah satu mitra PERTAMINA dalam melakukan penyaluran Gas LPG ke masyarakat. Dan dalam hal ini beut beliau juga tidak kalah seru, walau beliau adalah salah satu agen besar penyalur LPG di wilayah kota Medan, tetap saja etos kerja keras dan tidak pernah puas dalam memberikan pelayanan maksimal terus dilakoninya, lihat saja foto yang ada pada postingan blog ini. Jika ada yang bertanya bisakah saya membawa muatan gas LPG dengan sepeda motor yang jumlahnya seperti gambar yang difoto tersebut terus terang saya jawab TIDAK, karena memang untuk melakukan hal tersebut hanya mereka yang sudah profesional dan mahir. namun bukan pak Adi namanya jika pantang menyerah, buat urusan membawa kendaraan dengan lengan satu dialah bintangnya. Bermula dari jaman dahulu merintis bisnis sebagai loper koran dengan bawaan seabreg-abreg telah dilakukannya, bahkan dipagi hari saat ia mengantarkan koran ke lokasi perumahan-perumahan yang didominasi oleh etnis Tionghoa pada masa itu, sengaja warga meluangkan waktu buat melihat atraksi beliau, tentu gambaran bayangan anda sama seperti yang saya bayangkan saat beliau bertutur, lengan satu trus koran dicampakkan kerumah-rumah dengan keadaan bersih, bahkan ada dilantai dua lagi ada yang berlangganan koran, saya bilang keren habis lah.
Inilah gambaran motivasi dari beliau yang tidak pernah lelah untuk berbuat dan berbuat untuk khalayak ramai terutama para diffabel, belia dalah rujukan dan bisa dikatakan ikon diffabel SUMUT, seandainya abang, maupun ayahanda di Pemerintah sana mau melihat lebih jauh lagi mengenai kehidupan masyarakatnya.  

Minggu, 01 September 2013

Berkreasi ala Microsoft Word 2007

Program Microsoft Word yang begitu banyak dikenal fungsi dan manfaatnya adalah untuk membuat salinan berupa ketikan teks dan naskah dan perpaduan antara naskah text dengan gambar. MS Word 2007 adalah fitur produk olah kata yang begitu kompleks sehingga sudah tak heran lagi jika pemanfaatannya saat ini anak-anak usia dini yang duduk dibangku TK maupun SD sudah diperkenalkan dengan Microsoft Word. Belajar dan berkreasi menggunakan MS word begitu menyenangkan dan beragam fitur ikon-ikonnyapun sangat gambang dipahami fungsi maupun kegunaannya.
Diera yang serba komputerisasi saat ini kebutuhan akan SDM yang memiliki basic ilmu komputer adalah mutlak dipergunakan, dan sudah sepatutnya para user ms word senantiasa berkreasi dan berkontribusi dalam memberikan karya terbaiknya. melakukan update seputar dunia software dengan varian terbaru kerap kali harus benar-benar dipahami secara mendasar, bahkan tidak sedikit dari pengguna komputer harus menyediakan waktu dan keuangannya guna mendapatkan sertifikat kursus mahir menggunakan program-program tersebut.
Namun dalam hal ini tidak dengan ms word yang sejak dari keberadaannya didunia software selalu mengakomodir kepentingan para usernya, fitur-fitur ikonnya punbegitu gampang dicerna dan dipahami. Seperti halnya melakukan kreasi-kreasi berikut ini .

Menghapus layar background satu warna
Gambar background maupun foreground terkadang jika dikombinasikan menjadi satu kerap saja menimbulkan kekesalan tersendiri, disebabkan penyatuannya kurang pas atau kurang matching, dikarenakan warna latar dari gambar yang hendak digabungkan kurang maksimal hasilnya ada saja yang belum pas jika dipandang mata. maka untuk permasalahan yang terjadi seperti ini, kita harus tahu mengenai beberapa tips yang bisa bermafaat pada saat penyatuan gambar. Berbeda halnya jika dilakukan menggunakan aplikasi khusus. Di Ms Word ada ikon yang bisa dimanfaatkan untuk hal ini. yaitu ikon set transparent color atau di recolor. Seperti pada gambar berikut ini. 
 Sigadis perkasa dengan mantapnya mengangkat sepeda fixie nan gede yang melebihi ukurannya sendiri, dan dan gambar unik dari fasilitas clip art, berupa perahu layar dengan background biru langit.
Warna gambar background sepertinya jika dibuat transparant akan terlihat menggemaskan tentunya dan manipulasi gambarpun kian perfect. sedikit sentuhan icon set transparent 


Selasa, 20 Agustus 2013

Faktanya atau Tradisi....

Sehabis puasa di bulan Ramadhan moment selanjutnya adalah LEBARAN ya, momen semua umat Islam sangat menanti-nantikannya, bahkan yang lebih unik dan serunya lagi tradisi-tradisi seputar lebaran ini justru serunya hanya terjadi di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia lho. Segala kejadian unik dan seru dilebaran lah moment ini terjadi. Dan dalam rangkaian seru-seruan ini dikemas oleh team Sajiku dalam rubrik blog ini dan yang suka boleh komen kalo ga suka ya makasih da mau mampir, hehehe......
Mudik ke kampung halaman
Jika ada sanak saudara anda berada dikampung orang yang nun jauh dimato sono, maka TRADISI ini adalah harus , bahkan banyak stasiun TV swasta maupun negeri sengaja menyediakan saluran khusus buat meliput moment Mudik, padahal FAKTAnya jika dilihat statistik yang terjadi selama menjelang lebaran banyak terjadi kecelakaan dan angka kematianpun karena kecelakaan terbilang setiap tahunnya lumayan banyak lho. Padahal sebagai ummat Islam kewajiban untuk menunaikan ibadah puasa itu mutlak untuk dilakukan selama sebulan penuh, dan boleh ditinggalkan bila ada alsan yang syar'i, itupun harus dikenakan fidiyah plus mengganti juga puasa yang ditinggalkan.
Petasan dan Kembang Api
Sejauh ini sih bila ditanya mengenai dua benda diatas pastilah tau, ya petasan dan kembang api alasannya biar menambah seru saat takbiran tiba ga senyap karena ini adalah buat perayaan kemenangan, tau siapa yang kalah, taunya menang trus. Padahal jika dilihat Faktanya Petasan dan kembang Api malah lebih banyak meledak eh diledakkan disaat Tahun Baru Masehi yang justru itu bukan yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. Dan itu adalah sebuah Tradisi doang ja yang malah melahirkan korban dan kerugian. Faktanya para orang tua harus merogoh kocek lebih alam buat ngasih anaknya beli petasan trus ada yang kebakar pula tuh tangannya...duh..duh..ampuun.
Sungkeman 
Sungkeman atau yang secara Indonesianya disebut salam-salaman. Merindning sih jika udah momen ini dilangsungkan ditengah-tengah keluarga. Maklum penulis diblog ini juga salah satu aktornya, beh..sinetron Faktanya sehabis salam-salaman justru ada perselisihan baru yang terjadi, ya sikakak bilang ke adik da ngasih apa ke ayah dan si adik bilang kok segitu sih ngasih ibu, atau nyeberang ketetangga sebelah buat menggosip karena si jamile bajunya kurang up date, model baju ku lho ala Syahrianto...angpao si bedu dapat sekian, THR si Bapak sekian lho. cepak deh..kalo da begini. ini sih tradisi sepertinya yang silahkan dilakukan tapi jangan berlebihan tetep membawa semangat Idul Fitri. Dan pada Faktanya juga harus selektif kalo mau salaman karena Nabi Muhammad SAW mewanti-wanti kalo sungkeman dengan yang bukan muhrim mending menggenggam bara api yang menyala,. beh..serem. Buat maafan harusnya dilakukan setiap saat ya kan Islam menganjurkan saling bermaafkan antara dua pihak yang berselisih dan bertobat senantiasa biar bersih dari dosa kecil dan besar (istighfar).
kali hehehe,. (serius) Oh ya momen sungkeman ini adalah sebuah peristiwa sakral bagi keluarga muslim Indonesia karena Idul Fitri itu adalah bulan baik dan bulan maaf-maafan, ge to.
Tamasya Akbar
Kerja selama sebelas bulan plus dapat THR dari si BOS (bagi yang dapat) tebel deh amplopnya selanjutnya momen bareng keluarga ga jarang banyak digunakan buat tamasya bareng, alasannya ya mumpun cuti bersama jadi ya tamasya bersama. asyik bisa bepergian bareng keluarga besar. Padahal Faktanya banyak alat transportasi yang tidak sesuai fungsinya buat dijadikan kendaraan mengangkut para penumpang, kalo dikamoungku naik bus pick up atau truck buat nganter rombongan tamasya. ini cuma Tradisi lah ga tamasya bareng juga kan nggak masalah, masih bisa direncanakan diwaktu liburan lain dan menggunakan angkutan transportasi yang layak ya kalo ga ya angkot lah.karena tradisi ini juga turut andil buat nambah rating kecelakaan baik didarat maupun dilaut.
Pendatang Baru dan Lapangan Pekerjaan
Problem pemerintah seusai lebaran dari tahun ketahun semakin bertambah. Di berbagai perkotaan umumnya yang metropololitan seperti di Jakarta, Medan atau dikota besar lainnya. Problem tenaga kerja yang semakin besar dan sedikitnya lahan pekerjaan menjadikan jumlah penganggur semakin besar. dan Faktanya justru penganggur yang membeludak ini malah mengarah ke tindak kriminal yang tak terelakkan lagi. dan untuk tradisi ini bisa dibilang memang unik. PR buat aparat pemerintah baik aparat Pemda, Pemko, maupun Kepolisian. 
Seabreg-abreg lah pekerjaan semua pihak jika usai ramadhan, momen lebaran seharusnya jadi peristiwa silaturrahmi nan suci yang menjaga kewibawaan secara pribadi maupun kolektif, setidaknya anjuran yang tidak harus berlebihan adalah rambu-rambu yang mesti ditaati, maklumlah kalo udah kejadian pastilah ada sesal kalo belum kejadian ya seharusnya ada preventif buat ancang-ancang safety. So semuanya bergantung semua pihak.
 

Minggu, 18 Agustus 2013

Freedom the mean is what .....???

What makes all people need to be free, have all you know the answer for that .....???  the history that I was read from many source of the book explain and tell the free is freedom from the tyranny which have been made suffering, disaster or going to feel something worse. My conclusion about the freedom may be almost wrong because I'm is not expert to explain detail about this words. 
In my mind the freedom can't be explain only took it be the words or the sentence. See how much country in this world stated and announce about freedom.... oh almost forget the country that I live in here is one of the nation feel how is the bad experience living in tyranny of colonialism. Body and soul is not belong to us, fool, sadness, scare, day and night look same everyday, even this happen on my old gran ma and grand pa era sixty eight years ago, officially our nation have been feel in colonialism almost three and half century. Thanks to Allah I'm not part of that but in other chance I fell regret also, ya because the people living in that era is the most important people they are survivor more be just a hero but they are the Syuhada. Why I said like that, sure I have alone reason because the fact bring to us moment unforgettable until now we stand in this nation never can be released cause they serve.
I don't care what people say about Indonesia for me Indonesia is more than just a name to the nation given to our country, we are the civilization with harmony between one and each other. We live and stay here our soul more than just a nation we born here to create our destiny to build Indonesia better and getting better, this not the irony quotation but it is the journey to find the God sign. What sign is it,.. no one know about that because the sign only can be find in fighting spirit of truly hero. The hero which is do a lot without thinking to get for paid. Reform the systemic concept as a leader which tend to the weak, trusted and he ca be as mandate, not as the traitor with the higher promise but never keep it, shy when do the disgusting movement like corruption or something bad.
Finally we only just a servant give the best service to our master, but our event only servant our commitment and our idealist not for sale, a billion fake is not us. We a nation with holy spirit face the future with optimism project never give up until the end, pain and sorrow is a motivation, not the pleasure be aim of our destination like the Sudirman, Soetomo, Ahmad Dahlan, Hatta and many more they are the inspiration, Like Muhammad SAW the truly fighter motivation, he do everything for his people bring the clear age as the final destination with the weapon Qur'an and his Sunnah. 

Rabu, 14 Agustus 2013

Hope Management in Political Stages Indonesia 2014

Honesty we love our country very much, rich with the nature potential, culture and so many tribe living and stay on it, since many years ago. it is also adding by other country take a apart in giving the fat population to our society like Chinese, India, Arab, some portion include the blond hair people. All living with harmony and far from the racist violence, not like outside there. Here in Indonesia in small portion we have been adapted by various of social different, see in an environment my neighbor not only come from one tribe, religion, hobby, profession they are is different, and I like with this I can be know a large than before about the different is self.

Realize of this situation push all elements in the society much take apart large than before, the government it self judge must sensitive with the society problem in the middle of them. As the nation we in Indonesia have dark and bitter history covering our movement as the nation. Specifically our nation is different with the other various kind of tribe and religion include the customs in here, need extra attention from the government add by the national territorial must  be working hard to thinking how the concept to me it still in united. Picture of the society problem need the human resource more than professional in their section but it is judge how is the leader can take a part in create the big moment not only ceremonial but concept for living in peace.

Indonesia soon will be enter the gate of election day all the party bring the offering the national problem solver from the incumbent party until the new one. They publish to the society their candidate or we called Caleg (Calon Legislatif) representative of the people in our nation, with various background they move to introducing about them selves and also the programs that they can offering as the promise to convince of the public society. like the Robin Hood as the poor people hero they going down to the society and share donation, offering the help to the poor people so dramatic and honest of them.

I only can give a pray to our nation on the next year Indonesia will be getting better again, Sir SBY Susilo Bambang Yudhoyono will replace with the new president by systematic of democracy  I hope able bring the new condition and reformation of the bureaucracy from down until the top, social service will getting fine without collusion or nepotism or the worst is corruption. Indonesia better and Indonesia healthy, safely and peace are my wish. All my wish is also representative the wish from the all nation, especially facing the Independent Day 17 August 2013. 

The big historical moment note as the early time of the forming this nation in 17 August 1945, by the spirit of the freedom together let we move to far away to reach Indonesia better.            

Senin, 06 Mei 2013

National Examination

What will be doing for defeat sheet of paper exam on your desk, and how to pass it ? Now days, the students in Indonesia facing the big moment that will determine the result as long as they study at school. The students have big responsibility to build their future by passing the national exam. Here they must get great value to continue the next level of their study. In this time the student of elementary school must follow the exam . But the fact tell different, much of student doesn't ready to pass the test. Minim on preparation make them ambiguity with what should they doing, the problem also adding by piece of paper test sheet use the computer process, the student be charged for careful and accurate in answer the test.


Great and good marks hold the important role to the student achievement as long as they study. The national exam is the final test has big effect that influence to the students. Mastery to the object study is a measurement for the successful, pass or fail. The other aspect can be point out as the instrument care to education we must give the attention and support to our children. Give the explanation about the exam itself by kind instrument and the reason why they must pass it. Parents hold the important role to the students achievement, beside teacher on school parent supporting very needed, guide from them becoming spirit  and motivation. Don't give the worst shadow to what will they doing when pass the exam, with love and attention they will able to finishing with what their responsibility. Exam only training aspect forming the mental and psychology of them. Children as the education instrument must seat and give the exercise as much as they can doing but don't push them become someone else, guide them become their-self because gently motivation will take different effect to their achievement.     

http://id.ipanelonline.com     

Jumat, 03 Mei 2013

Small Thing but Big Effect

What would we do if suddenly forget to take this things, and put it inside our pocket and on that day we have many work schedule must be done. We can't connect to other people on outside, your wife or girl friend and also your friend hard to call you, to knowing where are you on that time., it's hard to say because the age now different with long time ago.
Not have to guest because we absolutely know with what that things, yes the handphone. Surely we needed with it, in this time we so much needed to connect with the other people in outside there by this phone  everything we can made easily  beginning from the work schedule, business, and also connecting to the internet, browsing a lot of information smoothly can reach easily. wherever are you other person will easy share the information to you about everything. Because the frequency of our need to phone so high, it is not weird anymore if in this time the information become so expensive. Industry create chance by offering the smartphone with variety excess, by completely the product itself with variety excess the costumer free to choose what phone they needed, defending by how much price they able to buy and off course if the phone provide by rich content and luxurious rupiah or dollar we send out will be different.
or my grand ma said "ada uang ada barang, banyak uang banyak rupa" it means if you have money so you can buy what will you need and for the large point if you have a lot of money variety excess also with easily you can get it.
Choose the phone according of we needed but don't forget to adjust with your money inside your account number.
Variety smartphone as the tool of communication now available on the market. come and visiting your favorite shop phone or shopping center on our town. The satisfy service asking to them to get the data collection about the product phone your need. example to buy this phone bellow
The great steps as the costumer we should be check it out about the quality of this things, not only price they offering detail about the phone you want should be become priority aspect and also don't forget to ask the official guaranty from the manufacture of the product.
Be pleasure with the phone by rich feature as long as we need it is just find, because even small on size but it is have big effect on this day. Just choose your phone. Now
Check this link out  http://www.amazon.com/Blackberry-9650   

Rabu, 06 Juni 2012

Learn English beginning from child

What suppose to do in understanding the English, sure we should be get it from the study process. The process it self will easy if beginning from now. child age is the perfect time to start even in Indonesia the popularity of the English so famous compare by other world language, but the fact not all know the English. In elementary grade the English subject not in the important level, it is cause the English not the main purpose. The top of study showed by the good marks in Math,Science and Indonesia language.
The National Examination in Indonesia become the standardization of the measurement student achievement in study for six years in elementary grade.Higher appreciate in doing study process looking clearly given to the three subject and the others become the second priority.
Even like that the government always give the support to student for mastery the English language. Department of National Education Indonesia now share the e learning book by free. The English lesson book provided by the interactive,variate and also communicative to the learner as the main target students from the first grade level until the sixth grade level.
English lesson even not become the one of subject who following to the national examination in elementary grade for the contribution this is become the important to mastery in next level of school example on junior, senior high school and at the university.
The child age is a foundation especially in the elementary grade, so at the next level the students only have to continue for learning. Many ways can create for coloring the study of English lesson, the teacher in this section not have to teach anymore. The variety of ways making the English getting easy to mastery, child age is the perfect time to introduce to them of the English, from the simple words as the command or know the things around of them for the main the study must in variate and innovative forms. So let we guide our child to learn English from now. 
  

Minggu, 22 Januari 2012

Paper Recycle the simply ways to keep green


It is simple actual happening that I ever feel with the small family near me. Basically what have I do, is same like the other doing especially the environment care person. Outside of mine I try to not in fault with this conversation because I’m just technician of the computer that was call with that family. The conversation about how to make discipline to their son in put the garbage. The garbage itself is sheet of paper, and the paper miserable on the floor, other wise his parent already given the order to their son to put the garbage throw in the dust bin. Little smile scratch in my lips because when they talking about the sheet of paper on the floor their son argue for not obey his parents to put into dust bin. As a leader in that family his father try to give the advice to their children to keep their house still clean, his father say “ please my son collect that papers and put into the bin after that tomorrow morning we together burn it” and his son understand and obey his father.

In other chance I’ll try to give another advice, I say don’t burn the paper, but if you want to make room still clean you should put the paper and collect it, until the sums much enough you can try to make the new one from the recycle method. I convince their son how is very important the paper in our life. “He asked why, you stop me and my father to not burn these paper, this is only just the garbage after we burn so the problem finish because the floor not dirty anymore”.

I reach the paper and give the explanation about how the paper from and why we must do the recycle with the paper after we use it. I said have you ever hear the effect of the global warming in your school, so he say, yes, the impact is very scare and together we must stop it because as human we must keep our earth, yes that the good answer, I support his answer because my friend son still in elementary school in fifth grade. You know the paper from, I say to him and he answer yes, that’s from the Pine tree, you right again I said, and I add the few information about another way how to resulting the paper. 

I didn’t realize his parents also follow to hear, slowly and gently I give the explanation how is the connection sheet of paper with the global warming, I continue to talk about it and I say “because paper is resulting from the pine tree absolutely to produce much paper we must cut down a lot of pine tree too, where we know beside for the paper the pine tree also have function produce the oxygen for the human living and it is important because without oxygen we cannot life, I cant imagine our live without tree. Global warming can be preventing if our land have a lot of tree growing high beside that you is the one can be do it, to care with our environment with simply way, and how must we do. 

I said that very easy in our daily live we see a lot of garbage one of them is the paper, so you can separate the garbage by three ways; first put the un organic garbage in to one place don’t blend it example the plastics, the second way is knowing the organic garbage place, the sample like the leaf, fruits and many else, the third dry garbage, it is always we use it and the sample is the paper. Before thinking to cut down the tree for result and produce the paper the paper after using can be recycle again. We can recycle become the new product or the handy craft. After the explanation that was given to them that family has new perspective about the environment, so in my mine I’m happy because even the explanation not to good at least they can catch the meaning, how is very important to care with the environment. So let we keep our earth still green to prevent the global warming come appear us in early time.